Financial Life Cycle

[klikbri.com] 09/01/2014

●●●●●●●

“Memahami siklus kebutuhan finansial akan memudahkan kita dalam pengambilan keputusan finansial”

Financial Life Cycle

Financial Life Cycle

Anda perlu memahami siklus kebutuhan finansial anda. Apa tujuan keuangan keluarga Anda? Tentunya setiap individu atau keluarga memiliki prioritas masing-masing. Memahami siklus kebutuhan finansial akan memudahkan kita dalam pengambilan keputusan finansial di masa sekarang, apa yang perlu kita lakukan dan apa sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tahapan kehidupan kita.

Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini kami mencoba untuk memberikan gambaran umum, tujuan keuangan atau investasi yang dilakukan individu dalam beberapa batas usia. Sehingga anda dapat melakukan evaluasi pada tahap apa anda sekarang berada dan pada tempat seperti apa yang ingin anda raih di masa yang akan datang.

• Usia 0 sd 20-an
Pada usia 0 sd 20-an, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan atau pendidikan tinggi. Keuangan anda belum mandiri karena seluruh biaya hidup ditanggung orang tua.

• Usia 20-an
Anda dihadapkan pada dunia kerja setelah menyelesaikan kuliah. Prioritas utama jangka pendek adalah lepas dari ketergantungan orangtua sehingga mengurangi beban orang tua.

Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan bulanan anda. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji anda.

Di akhir usia 20-an anda mungkin sudah menikah, jika anda memutuskan untuk mengambil Kredit Rumah (KPR), pilih jangka waktu yang paling panjang, dengan demikian, cicilannya masih terjangkau.

Selain itu, mulailah berfikir untuk mempersiapkan pensiun anda, tidak ada kata terlalu cepat untuk persiapan pensiun, karena semakin dini ikut serta dalam program pensiun, hasil investasi yang didapat akan semakin besar.

• Usia 30-an
Pada usia ini, beberapa dari anda sudah ada yang memiliki anak. Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana untuk pendidikan anak. Beberapa tahun mendatang, mereka akan masuk SD, SMP, dan seterusnya. Pengeluaran di kurun usia ini pun meningkat tajam dibandingkan kurun usia sebelumnya. Anda dapat mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.

Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang meng-cover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risiko kesehatan lain yang belum di-cover oleh tunjangan perusahaan anda.

Evaluasi terus program pensiun yang sudah anda ikuti, jangan lupa top-up investasi anda untuk pensiun nanti secara rutin atau setiap ada pemasukan tambahan. Pastikan program yang anda ikuti telah memberikan return investasi sesuai harapan anda.

Tambah pengetahuan dan pengalaman anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi di luar produk bank.

• Usia 40-an
Apabila di usia 20-an sampai 30-an anda belum memulai investasi, jangan tunda lagi untuk mengejar ketertinggalan anda, dan tentu saja diperlukan dana yang lebih besar.

Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan anda. Setiap kali mendapatkan rezeki lebih, berupa Bonus, THR atau bahkan menang arisan, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi pensiun anda.

Evaluasi lagi asuransi pendidikan bagi anak anda, karena biaya pendidikan pun meningkat lebih tinggi daripada inflasi.

Jika anda seorang karyawan suatu perusahaan dan anda berencana untuk memiliki bisnis sendiri, inilah saat yang tepat untuk mulai merintis usaha anda. Mulailah pada saat anda masih memiliki penghasilan tetap sebagai karyawan, karena apabila anda baru memulainya pada saat mendekati atau bahkan ketika pensiun nanti, dan ternyata usaha anda gagal, maka akan kesulitan untuk bangkit dan memulai usaha baru.

• Usia 50-an
Di saat menjelang pensiun, evaluasi saldo pensiun anda. Jika dana yang terkumpul masih jauh dari target, lakukan realokasi investasi anda yang lain untuk menambah saldo pensiun anda. Bagi mereka yang menundanya sampai masuk usia ini, maka sebaiknya anda mengalokasikan minimal 30% dari pendapatan bersih bulanan keluarga.

Review semua investasi anda, jika hampir semua investasi anda berisiko tinggi segeralah melakukan diversifikasi dan alokasikan secara proporsional ke investasi yang risikonya lebih rendah.

Pastikan anda memiliki saldo yang memadai untuk biaya pernikahan putra-putri anda.

Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR dapat diselesaikan sebelum anda pensiun.

• Usia Pensiun ( 55 atau 60-an)
Inilah saatnya anda menikmati dana pensiun dari program pensiun yang anda ikuti selama ini. Apabila program pensiun yang diikuti memberikan dana sekaligus (lumpsum) yang cukup besar, anda sebaiknya mengambil sesuai dengan kebutuhan setiap bulan, dan sisanya diinvestasikan agar terus berkembang ke dalam instrument investasi yang tidak beresiko namun tetap menghasilkan.

Bagi anda yang sudah memiliki usaha, anda juga dapat menggunakannya untuk menambah modal usaha anda, namun tetap harus disisihkan untuk menjaga keperluan-keperluan tak terduga yang mungkin terjadi.

Maksimalkan seluruh aset-aset anda yang menganggur agar dapat menghasilkan penghasilan tambahan untuk anda, namun tetap pilih yang beresiko rendah.

Apabila berdasarkan perkiraan, anda akan mendapatkan saldo pensiun yang cukup untuk memenuhi sehari-hari, anda dapat menikmati kebahagiaan bersama anak, cucu, serta keluarga besar lainnya seperti berlibur bersama.

Dikutip dari :
i-BRIvest (Informasi Layanan Investasi BRI)
Edisi 30 ( Oktober 2013)

Tags: ,

•●•